Langsung ke konten utama

Berikut peristiwa-peristiwa langit bulan juli yang bisa disaksikan setelah tanggal 5


perihelion - aphelion
Di lansir dari laman kafe astronomi .com berikut daftar peristiwa apa saja yang menarik yang masih bisa disaksikan sepanjang juli 2019 ini.

Aphelion

Pada pagi hari 5 Juli 2019 pukul 05.10 WIB, Bumi akan mencapai jarak terjauhnya dengan Matahari yaitu sejauh 152.104.285 km. Istilah ini dikenal pula sebagai aphelion. Aphelion terjadi tepatnya pada pukul 23:46 WIB. Saat puncak Aphelion, cakram Matahari akan tampak lebih kecil di bila dibandingkan dengan cakram matahari di bulan bulan biasanya. Hal ini disebabkan oleh jarak Matahari dan Bumi yang berada pada titik terjauh.

Konjungsi Bulan – Regulus

Pada tanggal 6 Juli 2019 Bulan berada pada fase sabit muda. Bulan sabit muda akan tampak berdekatan (konjungsi) dengan bintang Regulus. Bintang Regulus tampak berwarna biru dan berada di sebelah barat daya Bulan yang terbit pada pukul 09.00 waktu lokal. Peristiwa ini dapat diamati dengan menggunakan mata telanjang dan berlangsung mulai selepas Matahari terbenam hingga pukul 21.10 waktu lokal.

Konjungsi Bulan – Spica

Pada tanggal 9 Juli 2019 Bulan berada pada fase kuarter awal. Bulan kuarter awa akan tampak berdekatan (konjungsi) dengan bintang Spica. Bintang Spica tampak berwarna biru dan berada di sebelah tenggara Bulan yang terbit pada pukul 11.28 waktu lokal. Peristiwa ini dapat diamati dengan menggunakan mata telanjang dan berlangsung mulai pukul selepas Matahari terbenam hingga pukul 23 54 waktu lokal.

Bulan Kuarter Awal

Fase Bulan Kuarter Awal akan terjadi pada 9 Juli 2019. Pada fase ini Bulan terlihat berbentuk separuh. Setelah Matahari terbenam Bulan akan berada di titik zenith (di atas kepala kita). Bulan akan tenggelam sekitar waktu tengah malam. Jika anda akan melakukan pengamatan langit disarankan mulai waktu tengah malam hingga sebelum Matahari terbit karena pada saat itu langit tidak terganggu oleh cahaya Bulan.

Oposisi Saturnus

Oposisi Saturnus merupakan perisiwa dimana posisi Matahari, Bumi dan planet Saturnus berada segaris. Saat peristiwa oposisi terjadi planet Saturnus yang tampak sebagai bintang terang tak berkelip berwarna kuning dapat diamati di sepanjang malam. Opsisi saturnus akan terjadi pada 10 Juli 2019

Segitiga Bulan – Jupiter – Antares

Pada tanggal 13 Juli 2019 Bulan, Jupiter dan bintangAntares akan tampak berdekatan (konjungsi) dan membentuk formasi segitiga. Jupiter yg berwarna coklat keputihan akan berada di sebelah selatan Bulan sedang Bintang Antares akan terletak di sisi barat Bulan. Fenomena ini dapat disaksikan mulai pukul Matahari terbenam hingga pukul 03.00 waktu lokal.

Konjungsi Bulan – Saturnus

Pada tanggal 16 Juli 2019 Bulan berada pada fase purnama. Bulan purnama akan tampak berdekatan (konjungsi) dengan sebuah bintang terang tak berkelip berwarna kuning keputihan yang tak lain adalah Planet Saturnus. Jika kita lihat menggunakan teleskop, planet Saturnus akan tampak sebagai bola kecil yang memiliki cincin. Pada saat peristiwa konjungsi Bulan – Saturnus terjadi, planet Saturnus berada di sebelah barat Bulan yang terbit pada pukul 17.15 waktu lokal. Peristiwa Konjungsi Bulan – Saturnus dapat kita amati dengan mata telanjang dan akan berlangsung mulai selepas Matahari terbenam hingga pukul 05.41 waktu lokal.

Bulan Purnama

Pada tanggal 17 Juli 2019 Bulan akan mengalami fase purnama dengan puncak oposisi pada pukul 04 : 38 WIB. Pada fase ini Bulan terlihat berbentuk bulat penuh (Full Moon). Dalam satu malam penuh Bulan akan menerangi langit malam mulai dari Matahari terbenam hingga terbit kembali. Jarak Bulan terhadap Bumi pada saat itu sejauh 396.963 km.

Gerhana Bulan Sebagian

Pada pagi dini hari 17 Juli 2019, Bulan akan mengalami peristiwa Gerhana Bulan Sebagian. Bulan akan memasuki wilayah penumbra pada pukul 01.43 WIB. Kemudian pada pukul 03.01 WIB Bulan memasuki wilayah umbra dan Bulan akan meninggalkan wilayahumbra pada pukul pukul 05.59 WIB. Peristiwa ini dapat disaksikan diseluruh wilayah Indonesia mulai pukul 01.43 WIB hingga menjelang matahari terbit dan dapat diamati dengan mata telanjang. Gerhana Bulan Sebagian aman diamati dengan mata telanjang.

Konjungsi Bulan – Aldebaran
Pada tanggal 23 Juli 2019 Bulan berada pada fase sabit tua. Bulan sabit tua akan tampak berdekatan (konjungsi) dengan bintang Aldebaran. BintangAldebaran tampak berwarna oranye dan berada di sebelah tenggara Bulan yang terbit pada pukul 01.51 waktu lokal. Peristiwa ini dapat diamati dengan menggunakan mata telanjang dan berlangsung mulai pukul pukul 01.51 waktu lokal hingga menjelang Matahari terbit.

Bulan Kuarter Akhir
Pada 25 Juli 2019 Bulan memasuki fase Kuarter Akhir. Pada posisi ini Bulan terlihat berbentuk separuh. Bulan akan terbit sekitar tengah malam dan akan berada di titik zenith (di atas kepala kita) saat Matahari terbit. Jika anda akan melakukan pengamatan langit disarankan setelah Matahari terbenam hingga waktu tengah malam sebelum Bulan terbit karena pada saat itu langit tidak terganggu oleh cahaya Bulan.

Puncak Hujan Meteor Piscis Austrinids
Pada tanggal 28 Juli 2019 Hujan eteor Piscis Austrinids akan mencapai puncak aktivitasnya dengan intensitas hujan meteor sebanyak 5 meteor per jam. Hujan meteorPiscis Austrinids memiliki aktivitas hujan meteor dari 15 Juli-10 Agustus. Pada saat puncak hujan meteorterjadi, bulan berada pada fase sabit tua. Diperkirakan pada saat itu cahaya bulan tidak akan mengganggu selama jalannya pengamatan hujan meteor Piscis Austrinids. Hujan meteor Piscis Austrinids memiliki radiant atau sumber semu meteor di rasi bintang Piscis Austrinus dan terbit pada pukul 20.00 waktu lokal.

Puncak Hujan Meteor Southern Delta Aquariids
Pada tanggal 30 Juli 2019 Hujan Meteor Southern Delta Aquariids akan mencapai puncak aktivitasnya dengan intensitas hujan meteor sebanyak 25 meteor per jam. Hujan meteor Southern Delta Aquariids memiliki aktivitas hujan meteor dari 12 Juli-23 Agustus. Pada saat puncak hujan meteor terjadi, bulan berada pada fase sabit tua. Diperkirakan pada saat itu cahaya bulan tidak akan mengganggu selama jalannya pengamatan hujan meteor Southern Delta Aquariids. Hujan meteorSouthern Delta Aquariids memiliki radiant atau sumber semu meteor di rasi bintang Aquarius dan terbit pada pukul 19.30 waktu lokal.

Puncak Hujan Meteor Alpha Caprilicornids
Pada tanggal 30 Juli 2019 Hujan Meteor Alpha Caprilicornids akan mencapai puncak aktivitasnya dengan intensitas hujan meteor sebanyak 5 meteor per jam. Hujan meteor Alpha Caprilicornids memiliki aktivitas hujan meteor dari 3 Juli-15 Agustus. Pada saat puncak hujan meteor terjadi, bulan berada pada fase sabit tua. Diperkirakan pada saat itu cahaya bulan tidak akan mengganggu selama jalannya pengamatan hujan meteor Alpha Caprilicornids. Hujan meteor Alpha Caprilicornids memiliki radiant atau sumber semumeteor di rasi bintang Carpicorn dan terbit pada pukul 19.00 waktu lokal.

Konjungsi Bulan – Merkurius
Pada pagi hari tanggal 31 Juli 2019 di belahan langit timur, Bulan sedang berada pada fase Sabit Tua. Bulan Sabit Tua akan tampak berdekatan (konjungsi) dengan bintang terang tak berkelip yang tak lain adalah Planet Merkurius. Planet Merkurius tampak berwarna putih dan berada di sebelah selatan Bulan yang saat itu terbit pada pukul 05.00 Waktu Lokal. Peristiwa Konjungsi Bulan – Merkurius dapat kita amati dengan mata telanjang pada pagi hari 31 Juli 2019 mulai pukul 05.00 waktu lokal hingga Matahari terbit.

Sumber: kafe astronomi .com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Para Astronom Menemukan Bintang Yang Secara Harfiah Menyeret Ruang-Waktu Disekitarnya

Salah satu prediksi teori relativitas umum Einstein adalah bahwa setiap benda yang berputar menarik ikatan ruang-waktu di sekelilingnya.  Ini dikenal sebagai frame dragging (menyeret bingkai).  Dalam kehidupan sehari-hari, frame-dragging tidak terdeteksi dan tidak penting, karena efeknya sangat kecil.  Mendeteksi frame-dragging yang disebabkan oleh putaran Bumi membutuhkan satelit seperti Gravity Probe B yang seharga  $ 750 juta US untuk mendeteksi perubahan sudut pada giroskop yang setara dengan hanya satu derajat setiap 100.000 tahun atau lebih.  Beruntung bagi kita, Semesta mengandung banyak laboratorium gravitasi yang terjadi secara alami di mana fisikawan dapat mengamati prediksi Einstein di tempat kerja dengan sangat rinci.  Penelitian tim yang diterbitkan di Science Alert mengungkapkan bukti penyeretan bingkai pada skala yang jauh lebih terlihat, menggunakan teleskop radio dan sepasang bintang kecil yang unik saling berkeliaran dengan kecepata...

Para ilmuwan temukan cara untuk mengetahui apakah suatu dunia asing memiliki iklim yang cocok untuk kehidupan dengan cara menganalisis cahaya dari dunia asing tersebut.

Credit: NASA/JPL-Caltech Peneliti Astrobiologi NASA Mengidentifikasi Fitur yang Dapat Digunakan untuk Mendeteksi Iklim yang Ramah Kehidupan di "Dunia Lain" Para ilmuwan telah menemukan cara untuk mengetahui apakah dunia asing memiliki iklim yang cocok untuk kehidupan dengan menganalisis cahaya dari dunia asing ini dengan seseorang tanda khusus yang merupakan karakteristik dari lingkungan yang ramah kehidupan. Teknik ini dapat mengungkapkan tepi bagian dalam zona layak huni bintang, wilayah di sekitar bintang di mana air cair dapat ada di permukaan planet berbatu. "Planet layak huni secara definisi memiliki air di permukaannya," kata Eric Wolf dari University of Colorado, Boulder. “Namun, air bisa berbentuk lautan, es, salju, uap, atau awan. Masing-masing bentuk air ini memiliki efek yang sangat berbeda pada iklim. Namun, setiap bentuk juga memiliki efek spesifik yang mungkin dapat kita deteksi di planet-planet ini, dan digunakan untuk menentukan apakah sebuah ...

Persamaan baru tentang lubang cacing

Lubang cacing.  STOCKERNUMBER2 / SHUTTERSTOCK II Ada persamaan baru yang mengambang di sekitar dunia fisika akhir-akhir ini yang akan membuat Einstein bangga.  Cukup mudah diingat: ER = EPR.  Anda mungkin menduga bahwa untuk membuat persamaan ini berfungsi, P harus sama dengan 1. Tetapi simbol dalam persamaan ini bukan untuk angka, tetapi untuk nama.  E, Anda mungkin menebak, singkatan dari Einstein.  R dan P adalah inisial - untuk kolaborator di dua makalah Einstein yang paling menarik.  Dikombinasikan dalam persamaan ini, surat-surat ini mengungkapkan jalan yang mungkin untuk merekonsiliasi relativitas umum Einstein dengan mekanika kuantum.  Mekanika kuantum dan relativitas umum keduanya adalah teori yang sukses luar biasa.  Keduanya meramalkan fenomena aneh yang menentang konsepsi tradisional tentang realitas.  Namun ketika diuji, alam selalu mematuhi persyaratan masing-masing teori.  Karena kedua teori tersebut menggambarkan ...