Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2019

Hipotesis adanya lubang hitam purba di tepian tatasurya

Ilustrasi lubang hitam purba  kredit: space image/ NASA Pertama kali dinyatakan pada tahun 2014 bahwa tata surya kita kemungkinan besar memiliki planet kesembilan yang terletak di tepian tata surya! Menurut sebuah studi terbaru, bisa jadi planet kesembilan ini bukanlah planet, melainkan lubang hitam. Bagaimana bisa? Memang, planet kesembilan sejauh ini belum berhasil juga untuk diamati wujudnya. Ia berada terlalu jauh dari Matahari sehingga sangat redup. Ditambah lagi, para astronom tidak tahu pasti di mana letak sang planet misterius itu. Alih-alih menemukan wujud sang planet kesembilan, sebuah makalah penelitian terbaru menunjukkan bahwa efek gravitasi yang mempengaruhi beberapa objek di tepian tata surya kita bisa jadi bukan berasal dari objek berwujud planet, melainkan dari lubang hitam purba, sejenis lubang hitam kecil yang menurut teori terbentuk sejak Big Bang. Meskipun keberadaan lubang hitam purba semacam ini belum dikonfirmasi, beberapa astronom berpendapat...

Peneliti Berusaha Membuka Portal Menuju semesta paralel

Gagasan bahwa alam semesta paralel ada telah memikat imajinasi penulis fiksi ilmiah, serial televisi dan film selama beberapa dekade. SEBERAPA JAUH DARI KENYATAAN?  Untuk mencoba dan mencari tahu, para peneliti di Oak Ridge National Laboratory di timur Tennessee baru-baru ini selesai mengembangkan peralatan yang mereka katakan dapat membantu kita melihat pandangan pertama pada alam semesta paralel, yang, menurut teori mereka, dapat terbukti menakutkan  mirip dengan kita sendiri.  Para ahli mengatakan alam semesta paralel ini mungkin ada dengan partikel-partikel cermin, planet-planet cermin, dan ... Anda dapat menebaknya ... mencerminkan kehidupan 'alien'.  Upaya untuk 'memasuki' alam semesta paralel diungkapkan oleh Leah Broussard, ilmuwan di balik proyek tersebut.  Broussard menggambarkan upaya untuk mengintip pekerjaan paralel dalam sebuah wawancara dengan NBC.  Gagasan bahwa ada dunia cermin telah disarankan sepanjang tahun oleh para pene...

Tata surya kedatangan obyek antar bintang lagi

Komet C/2019 Q4.   Kredit: space image/NASA Oktober 2017 silam jagat astronomi dikejutkan dengan kedatangan asteroid yang berasal dari sistem bintang lain. Kali ini ada lagi sebuah obyek antarbintang. Maksud dari obyek antarbintang sendiri adalah sebuah benda angkasa yang bukan berasal dari dalam tata surya kita sendiri, melainkan dari sistem bintang lain yang -- entah bagaimana -- tertendang keluar menuju tata surya kita. Obyek antarbintang kali ini teridentifikasi sebagai sebuah komet yang lantas dinamai sebagai C/2019 Q4 (Borisov) oleh Minor Planet Center. Menurut pengamatan awal terhadap komet tersebut, Q4 bergerak sangat cepat, sekitar 30,7 kilometer per detik! Q4 pertama kali diamati oleh Gennady Borisov, seorang astronom amatir asal Ukraina yang bekerja di Crimean Astrophysical Observatory, pada 30 Agustus 2019. Pengamatan awal oleh Borisov mendapati data bahwa Q4 akan melakukan pendekatan terdekat dengan Matahari pada 7 Desember 2019 mendatang, sementara jarak ...