![]() |
| Gerhana bulan sebagian. Kredit: Wikipedia / Graham.Beverley |
Gerhana Bulan parsial yang terjadi pada 17 Juli 2019 ini akan membuat 65% wajah Bulan digerhanai oleh Bumi kita. Dengan kata lain, tidak seluruh wajah Bulan akan dibayangi bayangan umbra Bumi, melainkan hanya 65%-nya saja. Sisanya, Bulan masih diterangi oleh Matahari.
Titik pusat gerhana, atau lokasi terbaik gerhana Bulan parsial 17 Juli 2019 ini, akan berada di Afrika bagian timur hingga ke Timur Tengah. Perhatikan grafik peta berikut:
Wilayah yang diarsir hitam dan abu-abu pada grafik di atas adalah wilayah yang tidak bisa mengamati gerhana Bulan parsial 17 Juli 2019.
Nah, bila diperhatikan, Indonesia masuk ke wilayah di mana gerhana terjadi saat Bulan terbenam. Itu artinya, kita bisa mengamatinya selepas tengah malam. Gerhana akan dimulai pukul 03:01 WIB, lalu puncaknya pukul 04:30 WIB, dan akan berakhir pukul 05:59 WIB.
Kalau dilihat dari waktu terjadinya itu, wilayah Indonesia barat lah lokasi terbaik untuk mengamatinya. Sebab untuk wilayah Indonesia tengah dan timur, Bulan sudah terbenam lebih dulu padahal gerhana belum berakhir, bahkan Indonesia timur tidak bisa melihat puncak gerhana.
Jadi, bersyukurlah kalau kamu berada di Indonesia bagian barat. Kamu hanya perlu bangun lebih pagi, atau begadang, lalu amati langit barat dan temukan Bulan di sana. Gerhana dapat diamati tanpa kacamata berfilter khusus. Tapi, kalau kamu punya teleskop, kamu bisa gunakan untuk mengamatinya lebih jelorg
Sumber: infoastromy.org


Komentar
Posting Komentar